Entri Populer

Kamis, 24 November 2011

Ingin

Kelam kelabu
datang menyelimuti
Hati yang memikirkan
kini tak terkirakan
Mengapa ?
karena masih menyimpan
 kenangan
saat bersamamu 
di saat junior dulu
meski tak teharap untuk kembali
mengingatmu
sungguh sesuatu yang bissa
alangkah bahagia
bila engkau bisa kembali 
untuk bersama
meskipun itu
tak mungkin
tapi cukup bagi ku
mengimpikan seperti kenyataan
yang tak di harapkan....

Perbedaan

Setiap langkah, aku merasa bahwa itu  adalah Anugerah.
 Diutarakan kepada jiwa yang melangkah. Langkah disini bukan langkah sebgai jarak melangkah, tetapi langkah adalah pilihan yang harus diaksanakan dengan penuh hati yang ikhlas dan pertimbangan dalam suatu tujuan langkah. 
Perbedaan dari setiap umat, sungguh sangat terasa berbeda, dari tiap-tiap yang ada kini tidak lagi seperti biasa dan sama dengan semua.
Ini hidup, bukan mimpi pada malam hari dan permainan.
Hidup didunia, sebagai manusia yang berakal, mereka berpikir akan suatu hal, bahwa dimana akal dilengkapi dengan pikiran, dan hati sebagai  tempat  pertimbangan, untuk melakukan sebuah pilihan. 
Dunia yang ku rasa gelap, kini menjadi terang dengan dorongan dari lingkungan. Setiap langkah perjalanan, rintangan menanti dan seperti sudah di janjikan. Perbedaan dalam kahidupan ini menjadi suatu motivasi kuat untuk melakukan dan belajar tentang pengorbanan tanpa keputus asan. Melangkahlah dan lihatlah betapa panjang perjalanan dan rintangan yang menanti didepan.
 Hati sumber kekuatan maka dengarlah suara hati dari lubuk hati yang paling dalam.
Belajar untuk meraih masa depan didunia yang fana ini dan meraih bekal untuk kehidupan nanti kelak yang kini dinantikan kehadirannya.
Hidup didunia ini bukanlah apa-apa, selain mencari dan melengkapi 
rasa kebahagian untuk nanti kelak.

Suara Hati yang tidak tersampaikan

Haiii...
Angin malam yang
berhembus
Apakah engkau bisa mendengar?
merasakan ?
 Jeritan
Berteriak dari sudut ini
dalam ruang
yang sengap ini...

Tidak
Engkau takkan mendengar
dan merasakan
Engkau hanyalah
Angin
Meningggalkan dingin
Di tempat yang kau singgahi

Angin
Ini jeritan
'Suara hati yang tidak tersampaikan
yang tidak dihiraukan
yang tidak dipedulikan

Sungguh
ini jeritan
malam yang galau.........

                                                                                                                       Medan, 12 11 2011

Ayah

Ayah...
Ayah... Hati ini merindukanmu, dimalam kelam yang mencekam ini aku rindu, terbayang masa ayah membuka lahan hutan untuk ladang demi mencapai sebuah impian, ayah berikhtiar untuk melanjutkan kelangsungan hidup anak-anak mu. Terpikir dan dengan nada suara halus keluar dari mulutku bahwa ayah telah pergi, untuk meninggalkan kami anak-anak mu dan ibu. Dari perantauan kini terbayang dan terkenang pada waktu itu, aku yang kecil mungil berumur 2 tahun setengah, semangat hidupku mungkin yang sedang berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Pada usia menjelang remaja, kini belum terlintas dalam pikirku, bahwa ayah telah banyak berjuang untuk anakmu yang bungsu ini, dan pada keluarga yang amat sangat engkau sayang dn cinta. Tidak tersadari olehku, waktu itu untuk siapa ayah berjuang, yang betapa bodohnya baru saat ini terasa dalam  hati yang paling dalam  ini arti dari semua jerih payah mu ayah.
Ayah....
Kini untung dan rugi nasib tidak lagi tercari, jati diri juga yang tidak tersadari.
Kini ayah telah menutupkan mata melentangkan tubuhmu dalam keranda, engkau terbalut dengan  bungkus putih yang lembut sembunyikan dirimu, dishalatkan orang kini untuk shalat ku, diantar segenap orang berjejer memanjang,
bumi berlubang  menjadi rumahmu, tanah liat  sebagaik bantal untuk tidurmu, ku ketahui bahwa ayah kini telah tiada....
Sekarang seakan mulai terpikirkan olehku, bahwa apa yang ayah kehendaki untuk kami anak-anak ayah hanyalah kebahagian semata demi sebuah cita-cita, terlintas dalam pikirku sebuah nama yang harus ku raih dengan cita-cita seperti banggaan setiap orang tua lainnya yang juga menjadi kebanggan Ayah...
Ayah...
Tak hingga ayah menikmati hasil ladang yang ayah kerjakan, kini ayah telah pergi untuk meninggalkan kami untuk selamanya.  Hanya berita yang kudengar dari ibu tentang ayah yang tercinta, dan aku baru mengerti apa makna dari kehidupan ini.......
Ayah...
I love my father & mather......